Sawit Jadi Pembahasan Khusus Di IEU-CEPA, Bisa Bebas Tarif?

Sawit ,  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Uni Eropa telah sepakat memasukkan komoditas sawit dan produk dari sawit Indonesia ke dalam bagian dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

Sawit

Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah memasuki babak baru setelah Indonesia memenangkan sengketa dagang terkait kelapa sawit di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kemenangan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperjuangkan penghapusan tarif dan hambatan non-tarif bagi produk sawit dalam perjanjian tersebut.

Apa Itu IEU-CEPA?

IEU-CEPA adalah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi antara kedua belah pihak. Perjanjian ini mencakup berbagai aspek, termasuk penghapusan tarif bea cukai, pengurangan hambatan non-tarif, serta penyederhanaan prosedur kepabeanan untuk memperlancar aliran barang antara Indonesia dan Uni Eropa.

Kemenangan Indonesia di WTO: Titik Terang bagi Sawit

Pada 10 Januari 2025, WTO merilis Panel Report yang menyatakan bahwa Uni Eropa telah melakukan diskriminasi terhadap minyak sawit dan biofuel Indonesia. Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam upaya melindungi komoditas strategis Indonesia di pasar internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut kemenangan tersebut sebagai bukti bahwa Indonesia mampu berjuang dan menang di panggung internasional. Ia berharap kemenangan ini dapat menghilangkan hambatan yang selama ini menghantui perundingan IEU-CEPA dan mempercepat penyelesaian perjanjian tersebut.

Sawit Sebagai Komoditas Strategis dalam IEU-CEPA

Kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, industri sawit juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, termasuk pekebun rakyat. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk memastikan bahwa sawit mendapatkan perlakuan yang adil dalam perundingan IEU-CEPA.

Komisi IV DPR RI sebelumnya telah meminta pemerintah untuk memasukkan kelapa sawit dalam perundingan IEU-CEPA, mengingat peran pentingnya dalam perekonomian nasional.

Potensi Penghapusan Tarif dan Hambatan Non-Tarif

Dengan kemenangan di WTO, Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk memperjuangkan penghapusan tarif dan hambatan non-tarif bagi produk sawit dalam IEU-CEPA. Hal ini sejalan dengan tujuan perjanjian untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara kedua belah pihak.

Namun, penghapusan tarif tidak serta-merta terjadi. Perlu adanya kesepakatan antara Indonesia dan Uni Eropa mengenai mekanisme dan jadwal penghapusan tarif yang saling menguntungkan.

Tantangan dalam Implementasi EUDR

Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang mengatur produk-produk yang dianggap berisiko tinggi terhadap deforestasi, termasuk minyak sawit. Keputusan WTO yang memenangkan Indonesia dapat menjadi alat penekan bagi Uni Eropa terkait implementasi EUDR yang ditunda hingga 30 Desember 2025.

Indonesia berharap bahwa dengan adanya putusan WTO ini, Uni Eropa akan lebih terbuka dalam mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan keadilan sosial dalam kebijakan EUDR.

Langkah-Langkah Strategis Indonesia

Untuk memastikan sawit mendapatkan perlakuan yang adil dalam IEU-CEPA, Indonesia dapat mengambil langkah-langkah strategis berikut:

Memperkuat Diplomasi Ekonomi

Melakukan pendekatan intensif dengan Uni Eropa untuk menjelaskan posisi dan kepentingan Indonesia terkait sawit.

Meningkatkan Standar Keberlanjutan

Mengimplementasikan praktik-praktik keberlanjutan dalam industri sawit untuk memenuhi standar internasional dan mengurangi potensi hambatan perdagangan.

Melibatkan Semua Pemangku Kepentingan

Melibatkan pekebun rakyat, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dalam perumusan kebijakan dan implementasi program-program keberlanjutan.

Memantau Implementasi EUDR

Secara aktif memantau dan mengevaluasi implementasi EUDR untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak merugikan produk Elaeis guineensis Indonesia.

Kesimpulan

Kemenangan Indonesia dalam sengketa dagang Elaeis guineensis di WTO menjadi momentum penting dalam perundingan IEU-CEPA. Dengan posisi tawar yang lebih kuat, Indonesia dapat memperjuangkan penghapusan tarif dan hambatan non-tarif. Hal ini pastinya sangat bagus bagi produk Elaeis guineensis. Serta memastikan bahwa kebijakan-kebijakan Uni Eropa tidak diskriminatif terhadap komoditas strategis ini. Melalui langkah-langkah strategis yang tepat, Indonesia dapat memanfaatkan IEU-CEPA sebagai platform untuk memperkuat industri Elaeis guineensis. Peningkatan perekonomian nasional secara keseluruhan.

https://popvizyon.com/

https://gicomusic.com/

Tags:

Raja Ojol Tutup di RI, Makin Ganas Bawa Kiamat Driver Online

Pengendara ojek online sedang mengantarkan pelanggannya (ilustrasi ojek online)

Raksasa ride hailing, Uber bekerja sama dengan perusahaan teknologi tanpa pengemudi, Wayve. Ini menjadi tanda perusahaan yang pernah beroperasi di Indonesia itu ikut masuk ke sektor mobil otonom.

Wayve yang berasal dari London, Inggris merupakan pengembang software untuk kendaraan tanpa pengemudi. Perusahaan itu menggunakan AI untuk kendaraan bisa menilai lingkungan di sekitarnya.

Antam (ANTM) Bagi Dividen Rp 3,6 T, 100% Laba 2024

Bagi Dividen, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan untuk membagikan dividen Rp3,6 triliun atau Rp151,77 per saham dari laba tahun buku 2024. Jumlah ini setara 100% dari laba bersih tahun buku 2024 dan mengindikasikan dividend yield 4,6% berdasarkan harga saham intraday ANTM pada Kamis (12/6/2025) di Rp3.300/saham. Anggota holding BUMN industri pertambangan MIND ID tersebut berhasil mencetak pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 69,19 triliun.

Bagi Dividen

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), atau yang lebih dikenal dengan nama Antam, kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam pembagian dividen. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Juni 2025, perusahaan ini memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih tahun buku 2024, yang mencapai Rp 3,6 triliun, sebagai dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini mencerminkan komitmen Antam dalam memberikan nilai tambah maksimal kepada para investor.

Poin-Poin Penting

  • Jumlah Dividen: Rp 3,6 triliun atau sekitar Rp 151,77 per saham.

  • Rasio Pembayaran Dividen: 100% dari laba bersih tahun 2024.

  • Tanggal Pembayaran: Belum diumumkan secara resmi; biasanya dilakukan beberapa minggu setelah RUPST.

  • Jumlah Saham Beredar: Sekitar 23,8 miliar lembar saham.

Kinerja Keuangan 2024

Meskipun menghadapi tantangan dalam beberapa segmen bisnis, Antam berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,6 triliun pada tahun 2024. Pendapatan perusahaan tercatat mencapai Rp 43,2 triliun, meningkat 39,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, beban pokok penjualan yang melonjak tajam sebesar 57,64% menjadi Rp 39,09 triliun menyebabkan penurunan laba kotor sebesar 40,59% menjadi Rp 4,1 triliun. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan biaya produksi, terutama dalam pembelian logam mulia yang mencapai Rp 33,65 triliun .

Segmen Nikel

Antam menargetkan produksi feronikel sebesar 22.464 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada tahun 2025, yang merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk meningkatkan produksi dan penjualan bijih nikel guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Segmen Emas

Untuk logam mulia, Antam berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan emas. Target produksi emas pada tahun 2025 adalah 958 kilogram, dengan proyeksi penjualan mencapai 37.354 kilogram. Perusahaan juga akan fokus pada inovasi produk dan layanan untuk menarik lebih banyak pelanggan domestik.

Segmen Bauksit dan Alumina

Antam berencana untuk meningkatkan produksi dan penjualan bauksit dan alumina pada tahun 2025. Target produksi bauksit adalah 3,47 juta wet metric tons (wmt), sementara penjualan ditargetkan mencapai 3,05 juta wmt. Selain itu, produksi alumina juga diharapkan meningkat seiring dengan penyelesaian proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).

Implikasi Bagi Pemegang Saham

Pembagian dividen sebesar 100% dari laba bersih menunjukkan bahwa Antam memiliki komitmen kuat untuk memberikan imbal hasil maksimal kepada pemegang saham. Dengan dividen sebesar Rp 151,77 per saham, investor dapat menikmati keuntungan yang signifikan. Namun, penting untuk mencermati strategi investasi perusahaan ke depan, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas dan biaya produksi.

Kesimpulan

Keputusan Antam untuk membagikan seluruh laba bersih tahun 2024 sebagai dividen tunai mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Dengan strategi bisnis yang fokus pada peningkatan produksi dan penjualan di segmen-segmen utama, Antam berupaya untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menghadapi tantangan di masa depan.

Los Angeles Rusuh, Salah Satu “Jantung” Ekonomi AS Terancam Lumpuh

Police clear demonstrators after they blocked a street with a barricade during a protest against federal immigration sweeps in downtown Los Angeles, California, U.S. June 8, 2025.  REUTERS/David Ryder

Kerusuhan pecah di Los Angeles,California, Amerika Sertikat (AS). Kerusuhan dikhawatirkan memicu gejolak ekonomi di California hingga AS.

Kerusuhan dipicu operasi imigrasi besar-besaran oleh ICE (U.S. Immigration and Customs Enforcement) ICE dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS di kawasan Garment District dan Compton. Kerusuhan semakin membesar hingga memicu gejolak sosial yang meluas.

Aksi protes yang awalnya damai berubah ricuh ketika aparat menggunakan gas air mata dan peluru karet. Sejumlah kendaraan dibakar, termasuk mobil otonom, dan ratusan orang ditangkap termasuk dua warga negara Indonesia.

Pemicu utamanya adalah ketegangan lama antara kebijakan imigrasi federal dan realitas demografis Los Angeles, di mana sepertiga penduduknya merupakan kelahiran luar negeri.

Pemerintahan Trump meningkatkan target deportasi hingga 3.000 penangkapan per hari, menyisir restoran hingga toko retail.

Gubernur California, Gavin Newsom, menyebut pengerahan militer oleh Presiden sebagai langkah yang melanggar hukum federal. Potensi pelanggaran Posse Comitatus Act terbuka lebar.

Namun konflik ini terjadi di kota yang menjadi tulang punggung ekonomi negara. Los Angeles adalah poros industri kreatif, teknologi, manufaktur, dan logistik AS. Di tengah kerusuhan sosial, muncul ironi yang sulit diabaikan, California baru saja dinobatkan sebagai ekonomi terbesar keempat dunia, menyalip Jepang.

Peran Besar Ekonomi Los Angeles

Negara bagian California menghasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$4,1 triliun. Los Angeels County menjadi wilayah dengan diversifikasi ekonomi paling kuat di dalamnya.

PDB Los Angeles diperkirakan mencapai US$ 1,3 triliun. Nilai tersebut hanya kalah dari Kota New York.

Los Angeles sendiri memiliki populasi sebesar 14,9 juta jiwa per 2020, dengan PDB per kapita mencapai US$61.700 atau sekitar Rp 1,03 miliar (US$1=Rp 16.625).

Kota ini menempati peringkat ke-4 sebagai kota terpadat di Benua Amerika dan berada di peringkat ke-36 untuk PDB per kapita dari 347 kota yang tercatat di seluruh dunia.

Dengan sekitar 5,5 juta angkatan kerja, sektor terbesar di LA adalah professional and business services yang menyerap 21,71% tenaga kerja, termasuk bidang scientific and technical services (12,06%). Sektor penting lainnya adalah education and health services (17,73%), dengan subsektor utama ambulatory health care services (7,9%).

Ekonomi Los Angeles ditopang oleh 12 sektor utama, mulai dari teknologi tinggi, industri kreatif, hingga perdagangan internasional. Sektor manufaktur di wilayah ini merupakan yang terbesar di Amerika, dengan lebih dari 36.000 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari satu juta orang. Dalam beberapa tahun terakhir, LA juga menjadi magnet investasi teknologi dan pusat pengembangan kendaraan listrik.

Namun gejolak sosial bukan tanpa risiko. Investor mulai menahan ekspansi di sektor properti dan komersial. Beberapa kawasan terdampak mulai mengalami pelemahan sentimen pasar. Padahal LA sedang bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade 2028, dengan proyeksi perputaran ekonomi miliaran dolar. Ketidakpastian sosial berisiko menggerus momentum pertumbuhan jangka menengah.

Data dari Governor Gavin Newsom menunjukkan California tumbuh 6% pada 2024, lebih tinggi dari AS (5,3%), Jerman (2,9%), bahkan China (2,6%).

Tapi angka saja tidak cukup. Ketika kepercayaan publik goyah dan struktur sosial terguncang, ekonomi bisa kehilangan daya dorongnya.

5 Orang Terkaya Indonesia Konglomerat Tambang Batu Bara

Bisnis tambang menjadi ladang usaha paling menggiurkan karena menjadi bahan dasar kebutuhan manusia. Indonesia memiliki jajaran orang terkaya yang sukses disektor bisnis tersebut. Tercatat beberapa di antaranya memperoleh kekayaan melalui usaha tambang batu bara. Mereka bahkan berharta “unlimited” dari bisnis tersebut. Berikut raja tambang RI yang dirangkum oleh CNBC Indonesia:

Bisnis tambang

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia. Sektor ini telah melahirkan sejumlah konglomerat kaya raya yang menguasai pasar domestik hingga global. Berikut adalah lima orang terkaya Indonesia yang meraup pundi-pundi kekayaan dari bisnis tambang batu bara. Indonesia

Low Tuck Kwong, pendiri dan Presiden Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar US$27,2 miliar atau setara dengan Rp422,79 triliun, menempatkannya di posisi ketiga orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada Januari 2024.

Profil Singkat:

  • Nama: Low Tuck Kwong

  • Tempat Lahir: Singapura

  • Perusahaan: PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

  • Kekayaan: US$27,2 miliar (Rp422,79 triliun)

  • Posisi di Forbes: Ketiga orang terkaya Indonesia (Januari 2024)

Low Tuck Kwong memulai bisnis tambang batu bara pada tahun 1997 dengan mengakuisisi tambang pertama di Kalimantan. Saat ini, BYAN memproduksi sekitar 56,9 juta ton batu bara per tahun, hampir 7% dari total produksi nasional Indonesia.

Keluarga Widjaja – Sinar Mas Group

Keluarga Widjaja, yang dipimpin oleh mendiang Eka Tjipta Widjaja, menguasai Sinar Mas Group, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA), mereka memiliki PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dan Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR), yang beroperasi di sektor energi dan tambang batu bara.

Profil Singkat:

  • Nama: Keluarga Widjaja

  • Perusahaan: Sinar Mas Group, DSSA, GEMS, GEAR

  • Kekayaan: US$10,8 miliar (Rp167,74 triliun)

  • Posisi di Forbes: Tidak disebutkan secara spesifik

GEAR tidak hanya memiliki tambang di Indonesia, tetapi juga mengakuisisi aset tambang di Australia, seperti BHP Mitsui Coal, yang memperkuat posisi mereka di pasar global.

Garibaldi Thohir – Adaro Energy

Garibaldi “Boy” Thohir adalah salah satu pendiri PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), perusahaan tambang batu bara terbesar kedua di Indonesia. Pada tahun 2008, ADRO berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia dengan dana IPO terbesar sepanjang sejarah saat itu.

Profil Singkat:

  • Nama: Garibaldi “Boy” Thohir

  • Perusahaan: PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

  • Kekayaan: US$3,3 miliar (Rp51,29 triliun)

  • Posisi di Forbes: Ke-17 orang terkaya Indonesia (2023)

Adaro memiliki lokasi penambangan di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Australia. Beberapa anak perusahaan di bawah Adaro Group antara lain PT Mustika Indah Permai (MIP), PT Bukit Enim Energi (BEE), Adaro Metcoal Companies (AMC), dan PT Bhakti Energi Persada (BEP).

Kiki Barki – Harum Energy

Kiki Barki adalah pendiri PT Harum Energy Tbk (HRUM), perusahaan tambang batu bara yang didirikan pada tahun 1995 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010. Saat ini, Kiki menguasai 79,79% saham HRUM, menunjukkan kontrol yang signifikan atas perusahaan.

Profil Singkat:

  • Nama: Kiki Barki

  • Perusahaan: PT Harum Energy Tbk (HRUM)

  • Kekayaan: US$1,41 miliar (Rp21,92 triliun)

  • Posisi di Forbes: Ke-33 orang terkaya Indonesia (2023)

Selain Harum Energy, Kiki juga memiliki tambang batu bara swasta, Tanito Harum. Putra sulungnya, Lawrence Barki, menjabat sebagai Presiden Komisaris Harum Energy, sementara putra bungsunya, Steven Scott Barki, juga terlibat dalam manajemen perusahaan sebagai Komisaris.

Haji Isam – Jhonlin Group

Haji Isam, yang memiliki nama asli Andi Syamsuddin Arsyad, adalah pendiri Jhonlin Group, sebuah konglomerat yang memiliki sekitar 60 perusahaan di berbagai sektor, termasuk tambang batu bara, penerbangan, kayu, gula, minyak, dan energi.

Profil Singkat:

  • Nama: Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad)

  • Perusahaan: Jhonlin Group

  • Kekayaan: Tidak disebutkan secara spesifik

  • Posisi di Forbes: Tidak disebutkan secara spesifik

Jhonlin Group memulai bisnis tambang batu bara pada tahun 2011 dan telah berkembang pesat dengan berbagai lini usaha. Perusahaan ini memiliki klien-klien besar di industri tambang, seperti PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk milik keluarga Bakrie.

Kesimpulan

Lima konglomerat di atas menunjukkan bagaimana sektor tambang batu bara dapat menjadi sumber kekayaan yang luar biasa di Indonesia. Dari Low Tuck Kwong yang memimpin Bayan Resources, hingga Haji Isam dengan Jhonlin Group-nya, mereka semua telah berhasil memanfaatkan potensi alam Indonesia untuk membangun kerajaan bisnis yang kokoh.

https://parsianforum.com/

Tags:

Indonesia Negara Nomor 1 Dunia Kalahkan AS, Ini Kata Peneliti Harvard

Foto Kolase Presiden AS, Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto. (AP Photo)

Dalam sebuah studi dari Universitas Harvard, nama Indonesia menjadi posisi teratas bahkan mengalahkan negara besar lainnya Amerika Serikat (AS). Peringkat tersebut terkait negara dengan tingkat berkembang atau flourishing tertinggi di dunia.

Laporan berjudul Global Flourishing Study melibatkan lebih dari 203 ribu responden dari 22 negara. Ini terkait kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritualitas.

Mereka disurvei dengan tujuh variabel serta data demografis seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan dan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, agama, dan riwayat pribadi.

Indonesia disebut menjadi negara yang paling berkembang dengan nilai skor 8,3. Ada juga negara seperti Israel (7,87), Filipina (7,71), Meksiko (7,64), dan Polandia (7,55).

 

Sementara Amerika Serikat (AS) berada di peringkat 12 dalam daftar dan Inggris di ranking ke-20 dari 22 negara.

 

Para peneliti menjelaskan temuan tersebut menyoroti pepatah lama soal uang bukanlah segalanya. Kesejahteraan bukan terkait kekayaan atau kesehatan fisik saja.

“Berkembang itu multidimensi, dan berbagai negara berkembang dengan cara yang berbeda,” tulis tim peneliti dalam studi mereka, dikutip dari Daily Mail.

Dalam laporan, tim peneliti mencatat banyak negara maju memang unggul dalam keamanan finansial. Sayangnya hal ini tak diikuti dengan aspek yang penting dalam kehidupan.

“Banyak negara maju memang mencatat skor tinggi dalam hal keamanan finansial, namun justru rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial,” kata para peneliti.

Indonesia, meski bukan negara terkaya, unggul dalam aspek hubungan sosial dan karakter pro-sosial. Kedua faktor itu penting menciptakan hubungan dan komunitas yang kuat.

Jepang sebagai salah satu negara kaya dan masyarakat yang hidup lebih lama, namun dinilai sebagai masyarakat yang tidak berkembang. Nilainya hanya 5,89, dan respondennya paling kecil kemungkinan menjawab ‘ya’ untuk pertanyaan apakah mereka memiliki teman dekat.

Selain Jepang, negara lain yang bernasib sama adalah Turki (6,32), Inggris (6,79), India (6,87) dan Spanyol (6,9).

kas138

Harga Kelapa Parut Mahal, Pemilik Warung Makan Teriak Minta Tolong

Harga kelapa yang terus tinggi bikin para pemilik warung makan serba salah. Di satu sisi, kebutuhan bahan baku seperti kelapa tidak bisa digantikan. Di sisi lain, mereka tak mungkin sembarangan mengurangi takaran atau menaikkan harga terlalu jauh, karena bisa kehilangan pelanggan.

Harga kelapa

Kenaikan harga bahan pangan kembali menghantam sektor UMKM, khususnya pemilik warung makan. Kali ini, kelapa parut menjadi sorotan utama. Bahan utama untuk berbagai hidangan tradisional ini kini mengalami lonjakan harga signifikan, membuat pelaku usaha kuliner menjerit.

Jika sebelumnya kelapa parut bisa dibeli seharga Rp8.000 hingga Rp10.000 per butir, kini harganya melonjak hingga Rp15.000 bahkan lebih di beberapa daerah. Kenaikan ini bukan hanya berdampak pada harga jual makanan, tetapi juga pada margin keuntungan para pengusaha kuliner kecil.

Mengapa Harga Kelapa Parut Naik Tajam?

Beberapa faktor utama penyebab naiknya harga kelapa parut di pasaran antara lain:

Cuaca Buruk dan Gagal Panen

Musim hujan berkepanjangan dan cuaca ekstrem membuat banyak petani kelapa mengalami gagal panen. Produksi kelapa nasional menurun drastis, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga mendorong harga naik.

Distribusi Terganggu

Distribusi kelapa dari daerah penghasil ke pasar-pasar besar terganggu karena infrastruktur rusak dan keterbatasan transportasi. Keterlambatan pasokan menyebabkan kelangkaan kelapa parut di pasar tradisional dan modern.

Permintaan Industri

Kelapa tidak hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau warung makan, tetapi juga untuk kebutuhan industri makanan, kosmetik, dan farmasi. Saat industri menyerap lebih banyak bahan baku, pasokan untuk konsumen kecil menjadi terbatas.

Dampak Langsung bagi Warung Makan

Pemilik warung makan tradisional, terutama yang mengandalkan kelapa parut sebagai bahan utama, merasakan langsung dampak kenaikan harga ini. Beberapa dampak yang mereka rasakan antara lain:

Penurunan Margin Keuntungan

Kenaikan harga bahan baku tidak selalu bisa langsung diteruskan ke konsumen. Banyak pemilik warung takut kehilangan pelanggan jika menaikkan harga makanan. Akibatnya, mereka harus rela margin keuntungannya tergerus.

Pengurangan Porsi atau Kualitas

Beberapa warung memilih mengurangi porsi sambal kelapa, urap, atau lauk berbasis santan, bahkan mengganti kelapa asli dengan santan instan. Namun, langkah ini justru bisa berdampak pada loyalitas pelanggan.

Penghentian Produksi Menu Tertentu

Tidak sedikit pemilik warung memilih untuk tidak menjual menu berbahan kelapa untuk sementara waktu. Misalnya, sayur lodeh, rendang, atau opor ayam. Hal ini tentu mengurangi variasi menu dan potensi pendapatan.

Testimoni Pelaku Usaha

Ibu Sri, Pemilik Warung Nasi di Bekasi

“Biasanya saya beli kelapa parut Rp10.000 per butir, sekarang bisa sampai Rp16.000. Dalam sehari saya butuh 5 butir. Kalau dinaikkan harga makanannya, pelanggan protes. Tapi kalau tidak, saya yang rugi.”

Pak Wawan, Pedagang Gado-Gado di Bandung

“Kelapa penting banget buat bumbu kacang saya. Sekarang harus cari-cari dulu yang murah. Kadang harus ke pasar pagi-pagi supaya dapat harga sedikit lebih miring.”

Alternatif yang Ditempuh Warung Makan

Dalam menghadapi situasi ini, para pelaku usaha kuliner mulai mencari solusi kreatif untuk tetap bertahan:

Menggunakan Santan Instan

Santan instan menjadi pilihan utama sebagai pengganti kelapa parut. Meski rasa dan aroma tidak seotentik kelapa segar, santan instan bisa menekan biaya produksi.

Berinovasi dengan Menu Non-Kelapa

Beberapa warung mulai menambahkan menu-menu alternatif seperti sop bening, sate, atau menu gorengan tanpa santan, agar tetap bisa berjualan tanpa tergantung pada kelapa.

Membeli Kelapa Langsung dari Petani

Beberapa pemilik warung mencoba memotong jalur distribusi dengan membeli langsung dari petani kelapa. Meskipun membutuhkan waktu dan tenaga ekstra, cara ini cukup membantu menurunkan biaya.

Peran Pemerintah dan Asosiasi UMKM

Masalah kenaikan harga bahan baku seharusnya tidak hanya menjadi beban pelaku usaha kecil. Pemerintah dan lembaga terkait perlu ambil bagian aktif untuk membantu mengatasi persoalan ini.

Subsidi atau Insentif Bahan Baku

Pemerintah daerah bisa memberikan subsidi untuk bahan pokok yang sering digunakan pelaku UMKM, termasuk kelapa parut. Bantuan ini dapat meringankan beban operasional para pedagang kecil.

Fasilitasi Akses Distribusi

Dinas perdagangan atau koperasi dapat membantu menjembatani pengusaha kuliner dengan kelompok tani atau koperasi petani kelapa agar terjadi distribusi langsung dan efisien.

Pendidikan Alternatif Bahan dan Menu

Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan ahli kuliner untuk memberikan pelatihan tentang bagaimana berinovasi dalam membuat menu dengan bahan alternatif yang lebih terjangkau namun tetap enak.

Prediksi dan Harapan Ke Depan

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kelapa nasional mengalami penurunan sebesar 12% pada triwulan pertama 2025 dibandingkan tahun lalu. Namun, ada potensi perbaikan pada semester kedua seiring perbaikan cuaca dan distribusi.

Harapan Pelaku Usaha:

  • Harga kelapa kembali stabil di kisaran Rp10.000–Rp12.000.

  • Pemerintah membantu memperlancar distribusi hasil panen dari petani ke pasar.

  • Masyarakat tetap setia mendukung warung makan lokal meski harga sedikit menyesuaikan.

Kesimpulan

Kenaikan harga kelapa parut adalah bukti nyata bagaimana krisis pangan bisa memukul sektor bawah, seperti pemilik warung makan. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, distributor, dan konsumen agar UMKM kuliner bisa terus bertahan.

https://panthanpress.com/

Sjafrie & Sri Mulyani Pakai Rompi Anti Peluru! Ke Nduga Papua

Sjafrie & Sri Mulyani , Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin diketahui melakukan kunjungan ke daerah rawan konflik di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (7/6/2025). Keduanya nampak mengenakan rompi anti peluru.

Sjafrie & Sri Mulyani

Kunjungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin ke wilayah konflik di Nduga, Papua mencuri perhatian publik. Dalam kunjungan kerja yang berlangsung baru-baru ini, keduanya terlihat menggunakan rompi anti peluru, sebagai langkah pengamanan ekstra di daerah yang dikenal masih rawan gangguan keamanan.

Mengapa Sri Mulyani dan Sjafrie Gunakan Rompi Anti Peluru di Papua?

Penggunaan rompi anti peluru oleh pejabat negara dalam kunjungan ke wilayah Papua bukan tanpa alasan. Kabupaten Nduga merupakan salah satu wilayah di Papua Pegunungan yang beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi gangguan keamanan dari kelompok bersenjata. Meski operasi keamanan terus digencarkan, risiko tetap tinggi.

Menurut laporan dari tim pengamanan, protokol keamanan ketat diterapkan untuk memastikan keselamatan para pejabat negara selama kunjungan ke wilayah tersebut. “Kami tetap menjalankan tugas kenegaraan di semua wilayah Indonesia, termasuk Papua. Tapi keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujar seorang pejabat keamanan yang mendampingi.

Misi Kunjungan: Evaluasi Anggaran dan Infrastruktur

Kunjungan Sri Mulyani ke Nduga tidak semata-mata simbolik. Dalam perannya sebagai Menteri Keuangan, ia melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran di sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur di Papua. Ia juga menyoroti pentingnya penyaluran dana otonomi khusus (Otsus Papua) secara tepat sasaran.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin hadir sebagai tokoh strategis yang mendampingi tim pemerintah pusat untuk meninjau kondisi keamanan dan sosial masyarakat.

“Pembangunan di Papua tidak boleh berhenti hanya karena alasan keamanan. Justru ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus hadir dan melayani rakyat,” ungkap Sri Mulyani.

Respons Masyarakat dan Tokoh Lokal

Kunjungan ini disambut antusias oleh beberapa tokoh masyarakat Nduga. Mereka mengapresiasi keberanian dan komitmen pemerintah pusat untuk hadir langsung ke daerah mereka. Salah satu tokoh adat mengatakan, “Kami senang melihat pejabat pusat mau datang langsung. Ini menunjukkan bahwa Papua tidak dilupakan.”

Namun demikian, masih ada kekhawatiran dari sebagian masyarakat terhadap situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif. Hal ini menjadi catatan penting bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan dialog dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Kesimpulan

Kunjungan Sri Mulyani dan Sjafrie ke Papua, tepatnya di Kabupaten Nduga, menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam terhadap isu pembangunan dan keamanan di wilayah timur Indonesia. Meski harus menggunakan rompi anti peluru, mereka tetap hadir langsung untuk memastikan bahwa anggaran negara tersalurkan dengan baik dan pembangunan terus berjalan.

marocafrik.com

Batu Bara Melesat Dibantu Trump, Dan Sulit Dihentikan

Batu Bara Melesat, Harga batu bara kembali mengalami penguatan dalam tiga hari beruntun diikuti dengan semakin gencarnya negara Paman Sam untuk memperkuat keamanan energi. Dilansir dari Refinitiv, harga batu bara pada Selasa (27/5/2025) tercatat sebesar US$108,75/ton atau naik 0,37% apabila dibandingkan penutupan perdagangan 26 Mei 2025 yang sebesar US$108,35/ton.

Batu Bara Melesat

Kebijakan energi yang pro-batu bara dari pemerintahan Donald Trump telah memberikan dampak signifikan terhadap pasar batu bara global. Langkah-langkah seperti pembatalan regulasi lingkungan, pemberian insentif untuk produksi domestik, dan peningkatan ekspor telah mendorong harga batu bara naik tajam. Namun, faktor-faktor pasar global juga turut berperan dalam tren kenaikan harga ini.

Kebijakan Trump yang Mendorong Lonjakan Harga Batu Bara

Sejak menjabat, Trump telah mengimplementasikan berbagai kebijakan yang mendukung industri batu bara. Contohnya, pembatalan Clean Power Plan yang membatasi emisi karbon dari pembangkit listrik tenaga batu bara, serta pengurangan pajak untuk energi fosil. Langkah-langkah ini telah mengurangi biaya operasional bagi produsen batu bara dan meningkatkan daya saingnya dibandingkan sumber energi terbarukan.

Selain itu, Trump juga mengurangi pembatasan terhadap penambangan batu bara di lahan publik dan mempercepat proses perizinan untuk proyek-proyek energi. Langkah-langkah ini telah meningkatkan produksi batu bara domestik dan memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai eksportir utama batu bara.

Batu Bara Melesat Faktor Pasar Global yang Meningkatkan Permintaan Batu Bara

Di luar kebijakan domestik, faktor-faktor pasar global juga berkontribusi terhadap lonjakan harga batu bara. Pada tahun 2024, konsumsi batu bara global mencapai rekor tertinggi, dengan China dan India sebagai konsumen utama. Permintaan yang tinggi dari negara-negara ini, terutama untuk industri baja dan pembangkit listrik, telah meningkatkan harga batu bara di pasar internasional.

Namun, ketegangan perdagangan antara AS dan China, seperti penerapan tarif impor, dapat mempengaruhi aliran perdagangan batu bara dan menyebabkan fluktuasi harga. Misalnya, China memberlakukan tarif 15% terhadap impor batu bara AS sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan AS, yang dapat mempengaruhi volume ekspor dan harga batu bara.

Batu Bara Melesat Dampak terhadap Industri Batu Bara dan Ekonomi Global

Lonjakan harga batu bara memberikan keuntungan bagi produsen batu bara dan negara-negara penghasil utama. Namun, konsumen energi, terutama di negara-negara berkembang, menghadapi biaya energi yang lebih tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi daya saing industri dan meningkatkan biaya hidup bagi konsumen.

Di sisi lain, kebijakan yang mendukung batu bara dapat menghambat transisi menuju energi terbarukan dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Hal ini berpotensi memperburuk perubahan iklim dan menunda upaya global untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Batu Bara Melesat Prospek Pasar Batu Bara ke Depan

Meskipun kebijakan pro-batu bara Trump memberikan dorongan jangka pendek bagi industri ini, tantangan jangka panjang tetap ada. Peralihan menuju energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, dan kesadaran akan perubahan iklim dapat mengurangi permintaan batu bara di masa depan. Namun, dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan dan adaptasi terhadap perubahan pasar, industri batu bara mungkin masih memiliki peran dalam campuran energi global.

KESIMPULAN

Kebijakan energi Presiden Donald Trump telah memberikan dampak signifikan terhadap industri batu bara Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan lonjakan harga yang sulit dihentikan. Langkah-langkah seperti pembukaan lahan tambang baru, pelonggaran regulasi emisi. Serta perintah untuk mempertahankan operasional pembangkit listrik berbahan bakar batu bara telah meningkatkan permintaan domestik dan ekspor. Namun, meskipun ada dukungan kebijakan, faktor pasar global dan transisi energi tetap menjadi tantangan bagi kelangsungan lonjakan harga batu bara ini.

BET777

Warga Ramai Tidur Di Bandara, Karena Harga Sewa Rumah Mahal

Tidur Di Bandara, Tidur di bandara sambil menunggu waktu penerbangan lumrah dilakukan di berbagai negara. Namun di Spanyol, banyak orang yang menungpang di bandara bukan untuk menunggu penerbangan, melainkan hanya untuk menumpang tidur.

Tidur Di Bandara

Warga Ramai Tidur di Bandara, Karena Harga Sewa Rumah Mahal

Fenomena mengejutkan tengah terjadi di sejumlah bandara besar: warga memilih tidur di terminal bandara akibat melonjaknya harga sewa rumah. Lonjakan biaya hidup, khususnya di kota-kota besar, memaksa sebagian masyarakat mencari alternatif tempat tinggal sementara yang aman, terang, dan bebas biaya—salah satunya adalah bandara.

Bandara Jadi Tempat Berlindung Darurat

Beberapa bandara kini dipenuhi oleh warga yang menungpang di kursi tunggu atau lantai terminal. Meski kondisi ini tidak ideal, bagi sebagian orang, bandara menjadi solusi sementara di tengah krisis perumahan. Bandara menyediakan fasilitas dasar seperti toilet, penerangan, dan keamanan 24 jam yang tidak dimiliki tempat umum lainnya.

Harga Sewa Rumah Melambung Tinggi

Peningkatan tajam harga sewa rumah menjadi penyebab utama situasi ini. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, harga sewa kamar kos atau apartemen meningkat hingga 30-50% dalam dua tahun terakhir. Kenaikan ini jauh melampaui kenaikan upah minimum, sehingga menyulitkan banyak warga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk tempat tinggal.

Pemerintah Diminta Bertindak

Banyak kalangan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan. Kebijakan penyediaan rumah susun murah, subsidi sewa, dan pengawasan terhadap spekulan properti dianggap perlu dilakukan guna mengatasi krisis ini. Tanpa intervensi cepat, jumlah warga yang memilih menungpang  di tempat umum seperti bandara, stasiun, bahkan taman kota bisa terus bertambah.

Dampak Sosial dan Psikologis

Tidur di bandara bukan tanpa risiko. Selain ketidaknyamanan, warga yang tinggal sementara di sana juga rentan terhadap gangguan kesehatan, stres, hingga kriminalitas. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan yang terdampak secara fisik maupun mental.

Solusi Jangka Panjang

Untuk jangka panjang, solusi krisis perumahan harus melibatkan berbagai pihak—pemerintah, pengembang properti, dan masyarakat sipil. Beberapa solusi potensial yang dapat dipertimbangkan:

  • Pembangunan hunian terjangkau secara masif
  • Revisi regulasi sewa dan kepemilikan properti
  • Inovasi pembiayaan rumah seperti skema cicilan berbasis penghasilan
  • Pemberdayaan komunitas untuk membangun kawasan hunian mandiri

Kesimpulan

Fenomena warga menumpang di bandara merupakan alarm keras bahwa krisis perumahan semakin nyata. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus segera bertindak agar bandara tidak menjadi ‘rumah’ bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Akses terhadap hunian layak adalah hak dasar yang harus dipenuhi demi terciptanya keadilan sosial dan stabilitas kehidupan masyarakat.

kadobet

Tags: