Krisis Iran Bisa Bahayakan BRICS, Kenapa?

BRICS Terancam ‘Usang’? Iran Diserang, Aliansi Dianggap Gagal Lindungi Anggota

JAKARTA – Eksistensi BRICS kini tengah berada di bawah mikroskop global. Aliansi ekonomi yang digadang-gadang menjadi penantang dominasi Barat ini justru menuai kritik tajam setelah bersikap “diam” atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran—salah satu anggota barunya.

BRICS

Kekecewaan ini memicu perdebatan panas: Apakah BRICS benar-benar kekuatan baru dunia, atau hanya sekadar organisasi “macan kertas” yang mulai usang?

Intisari Berita: Mengapa Ini Penting?

  • Kredibilitas Dipertaruhkan: Kegagalan bereaksi terhadap agresi terhadap anggota (Iran) membuat BRICS dinilai tidak relevan secara geopolitik.

  • Dilema Internal: Ketergantungan ekonomi beberapa anggota (India & UEA) terhadap AS menghalangi solidaritas penuh.

  • Bukan Blok Militer: BRICS dikonfirmasi bukan tandingan NATO, melainkan ruang kerja sama yang mencoba lepas dari sistem keuangan Barat.

  • Ancaman Masa Depan: Meski longgar, potensi ekonomi BRICS tetap membuat Donald Trump dan Washington merasa terancam.


Analisis Tajam: Risiko Menjadi Tidak Relevan

Analis senior Rusia sekaligus Direktur Riset Valdai International Discussion Club, Fyodor Lukyanov, memperingatkan bahwa BRICS berada di persimpangan jalan. Iran, yang resmi bergabung pada 2024, seharusnya mendapatkan dukungan moral atau politik yang kuat dari kelompok ini.

“Jika sebuah organisasi gagal bereaksi terhadap agresi terhadap salah satu anggotanya, organisasi tersebut berisiko tampak tidak relevan,” tulis Lukyanov dalam analisisnya yang dikutip pada Jumat (13/3/2026).

Namun, Lukyanov mengakui adanya “pagar berduri” dalam menunjukkan solidaritas. Banyak anggota BRICS yang enggan berkonfrontasi langsung dengan Washington karena alasan ekonomi dan kemitraan strategis.

Bukan Blok Anti-Barat, Tapi Ruang “Tanpa Barat”

Banyak pihak salah kaprah menganggap BRICS akan bertransformasi menjadi aliansi militer seperti NATO versi timur. Lukyanov menegaskan bahwa visi para anggotanya sebenarnya lebih sederhana namun kompleks: menciptakan ruang geopolitik yang independen, bukan sekadar melawan Barat.

“Ini bukan blok yang melawan Barat, melainkan arena di mana kerja sama dapat berlangsung secara independen darinya,” paparnya.

Hambatan Dominasi Sistem Keuangan AS

Salah satu alasan mengapa BRICS tampak “lemah” dalam merespons agresi militer adalah ketergantungan pada sistem keuangan global yang masih dikuasai AS. Upaya untuk membangun jaringan ekonomi alternatif masih bersifat proyek jangka panjang.

Kekuatan finansial Washington memberi AS alat yang signifikan untuk merusak inisiatif apa pun yang mengancam posisinya. Inilah yang membuat oraganisasi dunia tetap menjadi organisasi yang “terorganisir secara longgar” untuk saat ini.

Reaksi Donald Trump: Pengakuan Atas Potensi BRICS

Menariknya, meskipun dianggap tidak solid, BRICS tetap membuat telinga Washington merah. Ledakan kemarahan Presiden AS, Donald Trump, terhadap kelompok ini dianggap sebagai pengakuan naluriah bahwa potensi ekonomi adalah ancaman nyata bagi supremasi Amerika di masa depan.

Meskipun saat ini platform ini dianggap belum sempurna, menjaganya tetap hidup adalah kunci untuk membentuk tatanan dunia yang lebih seimbang di masa depan.

boss88

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*